Berawal dari keterpurukan, diriku semasa smp yang masih labil, tanpa arah, manja, dan hanya memikirkan senang semata. Kini bisa berubah dengan proses cukup berat, dan hanya saya hadapi tanpa bekal, tanpa bakat, dan tanpa dukungan. Hanya karena inspirasi yang berubah menjadi keinginan.
Perbaikan
Hidup
Tiba saat nya bagi siswa-siswi smp yang telah lulus tahun itu
untuk mencari sekolah lanjutan berikutnya. Saat itu, banyak teman yang ingin
memilih SMK dibandingkan SMA. Mungkin karna keinginan yang ingin cepat kerja
dengan mapan. Berawal dari pemikiran teman-teman aku pun terpikat dengan
sekolah tersebut. Dan selain itu, aku juga berfikiran ingin seperti kakak ku
yang juga lulusan SMK dengan jurusan TKJ.
Senin pagi, aku pun meminta persetujuan orang tua dan di
setujui dengan mengantarkanku ke tempat pendaftaran. Dengan beberapa tes, aku
pun lulus dengan di tempatkan di jurusan TKJ setelah daftar ulang. Ternyata,
nasib tidak membawaku ke sekolah itu. Karena faktor ekonomi yang begitu
sederhana, aku pun hanya bisa menerima semua keputusan orang tua. Ayah dan Ibu
sepakat ingin mendaftarkanku ke pendaftaran online yang baru-baru itu
mengundang banyak perhatian. Aku juga ikut setuju, lalu ayah menawarkanku
“sekarang kamu pilih sekolah yang mana?, kalo ayah sendiri pengen kamu di SMA 2
Kota.” “tapi saya lihat banyak teman dari smp yang sekolah disitu, aku
pengennya yang jarang ada teman smp.” Sahut ku. Akhirnya nilai ku tidak
tercukupi di sekolah yang ayah pilih, dan yang ku pilih SMASage. Aku pun
diterima disana setelah menyerahkan berkas-berkas dan daftar ulang. Saat daftar
ulang, ku lihat lalu masuk ke sekolah itu. Terkesan baik di mataku yang pada
waktu itu berfikir “setelah lulus smp, ku ingin memperbaiki kesalahan dan
menjadi orang yang berguna bagi orang lain”. Keinginan itu muncul setelah banyak
kenakalan yang ku lalui di masa smp.
Selang beberapa hari, tiba waktunya masuk sekolah pertama
yang diisi perbekalan selama mengikuti MOPDB. Teman-teman baru muncul di kelas
dan aku mendapatkan kelas X6. Saat itu aku merasa seperti orang awam karena
hanya aku yang laki-laki dari lulusan smpku di kelas X6. Tapi, tidak marapuhkan
semangatku untuk berkenalan kepada teman-teman baru. Setelah bel berbunyi,
tibalah untuk pulang dan yang ku pikirkan “siap-siap susah payah nyiapin
perlengkapan”. Hari itu dan besok harinya waktuku menyiapkan perlengkapan.
Untungnya, bisa selesai walaupun ada beberapa yang ragu dengan salah benarnya.
Hari pertama MOS, aku berangkat tepat waktu yang pada waktu itu maksimal tiba
pukul 6 pagi. Ku lihat teman yang telat dihukum sepantasnya dia menyianyikan
waktunya. Ternyata disini disiplin sangat diterapkan, sedikit perasaan muncul
ingin merubah sikap. Sewaktu pengecekan atribut, lagi-lagi satu kelas rata-rata
salah karna permen yang disuruh membawa tidak sesuai ketentuan. Permen Argentina
ternyata permen tango, kreatif juga pembuatnya. Setelah pengecekan dilanjut
penghukuman, aku pun hanya dihukum 1x karna hanya salah sedikit. Tetapi yang
banyak salah juga dihukum malu karna disuruh keliling semua kelas dengan
mengungkapkan kesalahan dilanjut bernyanyi, allhamdulillah aku taat peraturan
hehehe…
Hari kedua, lagi-lagi gantian aku yang telat karna berangkat
dan pulang sekolah boncengan motor teman. Sialnya lagi saat dihukum rambut
hasil semir semasa liburan sekolah terlihat kakak osis dan disuruh Pembina
mengubah hitam sebelum masuk ke sekolah. Aku pun hanya menyemir hitam dan
langsung kembali ke sekolah. Saat semua siswa berkumpul di aula, ditawarkan
formulir pendaftaran calon pengurus osis. Perasaanku bimbang, “haruskah aku
ikut?”. Dan setelah melihat teman serumah ikut, aku juga ikut karna ku hanya
bisa boncengan sama dia. Sore harinya seleksi pertama di mulai. Walaupun aku
agak terlambat tapi semangat tidak menghambat. Hukuman pertama ku jalani, hari
pertama ini membahas PBB dan saat itu aku mulai belajar dari nol.
Hari ketiga
mos aku agak berubah, hasilnya aku tidak terlambat. Saat di tengah-tengah waktu
mos, ada pemanggilan calon pengurus osis berkumpul di lapangan basket.
Ternyata, disitu kita diuji mental dan fisik. Ketika kita di bentak-bentak kita
tetap tegar, ketika kita ditanya kita bilang siap. Sesuatu pun terjadi saat
ditanya “apa alasanmu mengikuti seleksi pengurus osis?”, dan salah satu temanku
menjawab “karena ingin balas dendam” dia pun langsung mengundurkan diri dan mengajaku
juga. Disinilah kebingunganku “kalo saya mengundurkan diri tidak bisa
mewujudkan angan-angan waktu itu, kalo saya lanjut gantian ngak ada teman
boncengan” dan pilihan ku mundur dengan alasan “tidak diijinkan orang tua”.
Lalu aku di temani salah satu kakak pengurus osis yang memberikan saran dan
dukungan agar aku lanjut mengikuti seleksi calon pengurus osis.
Aku pun termotivasi dan tetap bertahan. Setelah selesei semua calon pengurus osis dikumpulkan di aula dan diuji PBB nya. Saat inilah yang aku ngak bisa lakukan. Aku hanya bisa pasrah belajar PBB. Ketika perbedaan penggerombolan calon pengurus osis. Aku berfikir “mungkin ini kelompok yang ngak lolos, terima hasil apa adanya”, tiba-tiba kakak yang memberi motivasiku menghampiri dan memindahkanku ke gerobolan yang banyak teman. Ternyata aku masuk dalam calon pengurus osis, “terima kasih kak” sahutku, dan dia berkata “setelah masuk pengurus osis dewasakan sikap dan pemikiranmu”. Sebelum pulang sekolah ada pengumuman “calon pengurus osis nanti sore ke sekolah jam 3 tepat”. Aku mulai berfikir “ke sekolah nanti aku di antar siapa”, dan kuberanikan untuk di antar ayah. Setelah tiba, kita dikumpulkan dan kembali di uji pemikiran dan mental.
Aku pun termotivasi dan tetap bertahan. Setelah selesei semua calon pengurus osis dikumpulkan di aula dan diuji PBB nya. Saat inilah yang aku ngak bisa lakukan. Aku hanya bisa pasrah belajar PBB. Ketika perbedaan penggerombolan calon pengurus osis. Aku berfikir “mungkin ini kelompok yang ngak lolos, terima hasil apa adanya”, tiba-tiba kakak yang memberi motivasiku menghampiri dan memindahkanku ke gerobolan yang banyak teman. Ternyata aku masuk dalam calon pengurus osis, “terima kasih kak” sahutku, dan dia berkata “setelah masuk pengurus osis dewasakan sikap dan pemikiranmu”. Sebelum pulang sekolah ada pengumuman “calon pengurus osis nanti sore ke sekolah jam 3 tepat”. Aku mulai berfikir “ke sekolah nanti aku di antar siapa”, dan kuberanikan untuk di antar ayah. Setelah tiba, kita dikumpulkan dan kembali di uji pemikiran dan mental.
Selang beberapa hari aku pun masuk kepengurusan osis dan ingin lebih disiplin
berfikir dewasa dalam menghadapi masalah. Aku bersyukur mendapatkan teman-teman
pilihan yang baik dan bahagia bekerja menjalankan tugas tanpa pamrih.
Nantikan cerpen selanjutnya ^_^
insyaallah lebih seru :D

